N-Seoul Tower, Gembok Cinta (Day 6 & 7 - Korea 2011)

06 & 07 Juni 2011 ( N-Tower, Dongdaemun)


Hari ini, hari terakhir kami di Korea. Sedih deh. Kemaren sempat sedih juga karena Luna karena sesuatu dan lain hal harus pindah hostel. Dia hanya meninggalkan sepucuk surat buat kami. Nggak sempat pamitan deh sama Luna. Sekarang kabarnya dia sudah ada di Australia untuk kuliah. Good luck Luna, semoga kuliahnya lancar dan sukses!

Yuk mari kita ke lokasi terakhir yang mau dituju. N-Seoul Tower. Beberapa drama Korea mengambil setting di sini. Salah satunya yang terkenal adalah Boys Before Flowers. Dan sering banget aku melihat di drama Korea, N-Seoul Tower keliatan dari kejauhan. Jadi latar belakang. Coba perhatiin deh, kayaknya hampir tiap drama ada.

Untuk menuju N-Seoul Tower bisa naik cable car dari Myeong-dong Station jalan sekitar sepuluh menit. Tiketnya 6,300 won untuk pulang pergi atau 4,800 won sekali jalan. Selain itu bisa ditempuh juga dengan naik bus di Chungmuro Station atau Dongguk University Station. Kami memutuskan untuk naik bus ke sana. Sesekali mencoba bus di kota Seoul. Selama di Seoul, kami memang lebih sering naik subway karena lebih gampang dan petunjuknya pasti ada dalam bahasa Inggris. Sementara kalau bus rata-rata pakai tulisan Hangul (katanya Smith & Luna).
Bus nantinya akan berhenti di parkiran sebelum mencapai N-Seoul Tower. Bus beroperasi dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam. Perjalanan kemudian dilanjutkan berjalan kaki. Sedikit mendaki hahaha. Capek deh. Tetapi malu juga sama opa-opa dan oma-oma yang terlihat santai berjalan dari bawah. Ada lagi yang kocak, ada segerombolan anak-anak SMA, beberapa dari mereka turun ke bawah dengan menggelindingkan badan hahaha setresss.

Kita bisa naik ke atas tower dengan biaya 9,000 won. Bisa juga ke Teddy Bear Museum dengan tiket masuk 8,000 won. Atau  paket masuk kedua tempat 14,000 won. Kami memutuskan hanya naik ke atas tower.

Sebelum ke atas tower, kami menyempatkan melihat gembok cinta. Huaaaa banyakkkk banget dan beberapa sudah ada yang karatan. Semoga cinta-cinta yang tergembok juga nggak karatan *sirik hahaha. Gemboknya juga warna warni. Maksudnya cinta mereka akan tergembok abadi kali ya. Dari sekian banyak gembok berapa orang yang masih jadi pasangan ya? Hahaha pikiran aneh.

Kemudian kami naik ke atas, di pintu masuk kita nanti akan diphoto. Jika tertarik bisa dibeli nantinya. Cukup mahal menurut kami, jadi biarlah photonya buat mereka saja :D. Dari atas kita bisa melihat kota Seoul. Sungai Han yang membelah kota Seoul. Sepertinya lebih indah jika berdiri  di sana malam hari.

Di atas tower juga ada kotak pos. Jadi kita bisa beli kertas suratnya. Tulis surat kepada orang yang disayang. Kemudian masukkan ke kotak pos. Pesan cintamu akan terkirimkan. Nelangsaaaa hahaha!

Kami juga sempat masuk ke sky restroom. Seremm hahaha, bagus sih hanya saja kesannya kayak mau jatuh deh *dasar norak hihihi. Trus kenapa rada pesing ya? Sayang banget. Mungkin orang-orang siram sembarangan karena berasa mau jatuh tuh toilet hahaha.

Setelah puas melihat kota Seoul dari ketinggian, kami kemudian memutuskan untuk pulang mencoba naik cable car. Dasar penakut sama ketinggian, aku rada serem juga naiknya. Tetapi seru juga sih. Wahhh atap rumah-rumah kuno di Namsan Hanok Village keliatan!

Perjalanan kami lanjutkan ke Dongdaemun. Bagusnya katanya kalo di sini belanja dari tengah malam sampai pagi. Mmm.. sayang sekali kami tidak punya waktu cukup. Kalau belanjanya sampai pagi, kapan packing-nya. Lagian emang nggak niat belanja banyak, secukupnya ada uang berapa hihihi. Di Dongdaemun Aii dan Ipat kalap! Hahaha.

Di depan pertokoan Dongdaemun, juga terdapat aliran Cheonggyecheon Stream. Sungai kecil yang mengalir di pusat kota Seoul. Sungai ini juga merupakan tempat rekreasi warga Seoul dan para turis. Awalnya aku malah nggak tau kalau ini sungai yang pengen kami kunjungi sewaktu hari pertama. Baru sadar setelah lihat photo. Yang bikin takjub, sungai di depan pasar dan pertokoan bisa bersih dan jernih gitu. Keren-kerenn...

Saatnya bersiap-siap balik ke hostel. Beres-beres koper. Kebetulan pas kami datang, manager hotelnya, Mr. David lagi datang. Dia takjub lihat barang bawaan kita hihihi. Sampai-sampai menawarkan bantuan untuk mengangkat tas belanjaan kita ke kamar di lantai dua.

Yahhh saatnya besok kami harus pulang. Walau hanya sebentar, banyak pengalaman yang kami temukan.  Kebaikan hati penduduk Korea. Di hari pertama kami memang sangat bingung dengan peta dan jalur subway, tetapi ketika kami tidak terlalu susah lagi membaca peta subway di hari-hari berikutnya, tetapi ketika kami kebingungan selalu saja ada ada yang bersedia membantu. Bahkan ketika kami sedang membaca peta subway dan kadang kala masih bingung, ada saja yang datang bertanya kemana tujuan kami. Mereka kemudian membantu kami. Entahlah, apa mereka memang baik-baik atau kebetulan kami memang selalu bertemu orang yang baik-baik.

Semoga suatu saat kami bisa kembali.

Yukk saatnya istirahat. Karena jam 7 pagi kami harus berangkat. Sempat minta dibangunin sama Ipat satu jam lagi. Maksudnya mau tiduran sebentar saja, biar bisa pamitan sama staf-sfaf hostel. Tetapi kata Ipat besok paginya, aku hanya tertidur pulas ketika dibangunkan hahaha.

Besoknya kami naik taksi menuju bandara. Cukup makal sih harga taksinya. Hampir Rp 400.000. Ya sudahlah, kami sudah tidak  sanggup geret-geret koper naik turun subway ditambah tas belanjaan hahaha.

Annyeong Korea! Nantikan kedatangan kami lagi ya!!!!


Dee

1 komentar:

  1. This suggests the missiles are the North’s highly maneuverable, nuclear-capable KN-23 missile, which was modeled on Russia’s Iskander missile. Lotte pays certain fees upfront and during the growth part, then ongoing fees linked to both sales achieved and put in capability throughout the CFC and service standards. The deal will see Ocado and Lotte develop a community of robotic warehouses, or Customer Fulfilment Centres as Ocado calls them, across the South Korean market to broaden the retailer’s on-line shopping enterprise. Videos and photographs posted to social media present people crammed together, standing shoulder to shoulder within the narrow road. Suah Cho added that people had began to push 1xbet korea and shove, and there was plenty of screaming. She eventually managed to take a detour and fled to security however had seen people climbing buildings to outlive.

    BalasHapus